Ukraina

Tips Melancong ke Ukraina

Tips melancong ke ukraina. Tanpa panjang lebar, karena saya suka sebal dengan artikel yang kebanyakan prolog, ini dia tips tips nya:

1. Jangan Minum Air Kran

Benar sih banyak negara Eropa yang memiliki sistem filter air yang joss hinga siap minum begitu ngucur dari kran. Tapi tidak dengan Ukraina. Jadi kalau mau minum air kran direbus dulu ya. Kalo uda kehausan banget yawes karepmu.

2. Perhatikan air dalam botol sebelum membeli. Gas or No Gas?

Jadi orang-orang Ukraina sangat menyukai air berkarbonasi. Mirip soda netral tapi lebih ringan. Hamper seperti sparkling water alias air bergejolak. Semua mini market memiliki 2 variasi air dalam botol, yaitu GAS WATER (berkarmonasi yang mirip soda itu) dan NO GAS WATER (air normal). Saya kaget nih begitu minum air botol dan terasa ada yang meletup letup. Owalah baru kusadari yang kubeli adalah air berkarbonasi. Jadi cukup tanya ke empunya toko sambil nunjuk botol ya.. “NO GAS??” doi uda mengerti.

tips melancong ke ukraina : botol hijau gas, merah no gas

3. Tiket Murah

Beberapa kali saya mencoba ke Ukraine dengan alternatif rute, namun paling ekonomis adalah via Istanbul Turkey (at least pada saat saya beli). Romania memang dekat. Tapi kan harus urus visa Schengen dulu. Belum lagi kalo domisili kita tidak di Jakarta. Nanti aja lah urus Schengen nya jika memang niat puter-puter negara Schengen biar gak rugi.

Oh, lewat Rusia bisa sih, sering airlines menawarkan penerbangan ke Moscow murah. Cuman secara pribadi agak kurang rekomen. Sentimen Rusia terhadap destinasi Ukraina tinggi guys. Sementara kalau beli tiket langsung tujuan ke Ukraine wadaaaaw mahalnya minta ampyun.

4. Kota tujuan dan durasi.

Ini penting ini untuk ditetapkan. Ukraine beribukota di Kiev. Selain kiev, kota besar popular lainnya adalah Kharkiv, Lviv dan Odesa. Untuk yang senang akan kisah sejarah, Ukraina bisa jadi satu destinasi penting. Negara dengan mayoritas penduduk beragama Kristian Ortodoks ini memiliki buanyak sekali peninggalan sejarah yang hamper semuanya masih digunakan hingga kini. Mulai dari gedung hingga metro. Serasa kembali ke jaman klasik lah guys. Asik sungguh.

Salah satu yang paling yahud menurutku di Ukraine adalah Irama penduduknya. Mereka santai, no rush, gak kaya di New York yang semua orang pada jalan cepat kaya mau angkat jemuran keburu ujan. (kaya aku uda pernah ke New York aja. Sabar, bentar lagi). Wajah-wajah sangar mereka mampu menipu kita. Dua kali aku dibantu (tanpa aku minta) mengangkat koper berat naek tangga metro yang tinggi menjulang itu. Opps ini sudah diluar konteks.

Kembali ke Judul. Durasi. Saran lebih baik ambil minimal 3 hari per kota. Agar tidak terlalu lelah. Untuk kota yang lebih kecil seperti Lviv, bisa lah 2 hari 2 malam. Untuk Odessa, kita bakal dimanjakan dengan pantai dan banyak club-club yang ajiebz. Sedangkan Kharkiv dan Kiev, tetap dengan sejarah nya yang tiada tara. Salah satu tour yang teramat sangat popular adalah tour lokasi bencana Chernobyl. Apa tu Chernobyl? Googling! Saya sih masih belum puas ya, 14 hari di Ukraine.

Tips melancong ke ukraina : City Center, Lviv

Nuansa Soviet masih terasa

5. Waktu yang tepat untuk berkunjung.

Tergantung! Apa preferensimu nih. Ukraina memang di Utara. Jelas lebih dingin ketimbang Magelang guys. Musim panas nya pun ala-ala. Cuman tetap saja (misalnya) untuk saya yang suka udara isis (tidak terlalu dingin tapi sama sekali gak panas) jalan-jalan ke Ukraina saat musim panas masih menyisakan peluh. Tetep bikin keringetan. Gak suka. Ketek tetep bau kecut. Foto jadi kudu touch up dulu muluk. Ugh. Tapi kalo suka summer ya monggo ke Ukraine antara bulan Juni-Agustus awal. Pol Panas. Sedangkan Agustus akhir hingga September, matahari masih bersinar namun hujan mulai berjatuhan. Perlu ekstra sepatu kalau ke Ukraine bulan September. Banyak hujan. Serius. (saya saksi hidup)

Cuman penduduk Ukraine tidak takut air btw. Kalau hujan, jalanan tetap banyak orang lalu lalang. Gak kaya kita. Kalo hujan, sepi buanget jalanan. Hujan terang dikit lalu lintas macet. Hujan malah jadi alasan masuk kerja telat. “It’s just water!” kata kasir miniso yang menyemangati saya untuk melanjutkan perjalanan. Asik.

6. Bahasa

Bahasa Ukraina. Sedikit sekali orang di Ukraine yang bisa bahasa Inggris. Ada sih pasti. Cuman tidak sebanyak di Jakarta Selatan sungguh. Jadi maksimalkan aplikasi translit di internet, banyak2 pelajari bahasa tubuh. Cuman percayalah,, kita sesama manusia akan selalu menemukan cara berkomunikasi kok. Dan seperti kita, mereka akan sangat senang dan tersenyum ria saat kita mengucapkan beberapa kata dalam bahasa mereka, walaupun sekedar terima kasih saja.

7. Tata Krama

Standard ya. Sejauh saya memandang, disarankan untuk tidak membuat suara gaduh di dalam kereta atau tram. Sapa lah supir uber anda. Ukraine bukan Rusia. Tampang mereka memang teges, tapi mereka suka sapaan dan cenderung ramah. (despite the expression ya). Jangan meludah di sembarang tempat. Itu sangat sangat menjijikkan bagi mereka. Biasanya kalau pilek trus buang dahak suka hoex hoex juh di bawah pohon kan? Nah. Jangan! Cari kamar mandi dan lakukan sesukamiu. Soal pakaian, silakan pakai bikini di tengah kota, paling diketawain kucing guys. Hehe becanda. Kita bisa menggunakan pakaian secara bebas kok. Namun beberapa tempat sejarah yang dianggap suci (biasanya gereja), kita harus menutup bentuk tubuh kita. Jadi kalau mau berkunjung ke gereja-gereja, daripada pakai kain yang sudah bergantian entah berapa ribu orang, gunakan pakaian yang menutup aurat dari rumah dan bawa sehelai pashmina untuk penutup kepala.

Sejoli mengabadikan memory pernikahan di depan Yellow Church, Kiev

Gereja di Lviv. Di tempat-tempat yang dianggap suci seperti ini, pengunjung wajib menghormati dan menutup aurat.

8. Mata Uang

Namanya Hryvnia. Sejatinya hingga sekarang saya masih belum bisa mengucapkan mata uang itu. Dolar maupun Euro tidak berlaku di sini ya. Di negara ini bisa dikatakan kita boleh bernafas lega karena untuk biaya hidup relatif tidak akan menjebolkan kantong kita. Yang jelas 1 UAH sekitar 525 IDR. Dan secangkir kopi fancy disana berkisar 45 UAH. Itu yang Fancy ya guys. Itung sendiri.

9. Makanan

Disarankan membaca doa sebelum makan. Pastinya. Hehe.. Untuk yang memiliki persyaratan Halal ketat dalam makan, sebaiknya pilih restoran vegetarian. Tidak ada yang wajib menjamin apakah panci yang dipakai masak sapi adalah khusus dan tidak pernah dipakai untuk memasak babi. Taka da yang wajib memberikan informasi seperti itu disana ya. Untuk traveler yang pasrah dan menganut percaya pada judul menu seperti saya, akan lebih mudah. Ada sih restoran halal jika mau rajin mencari berjalan. Paling recommended adalah lunch buffet restaurant. Mereka bak warteg yang kita bisa ambil sesuka hati dan bayar berdasar apa yang kita ambil.

Hasil Maruk di Buffet Restaurant (all in 145 rebu)

Cemilan yang didisplay. Murah-murah kan.. menggoda selera

10. Transportasi dalam kota

Tidak semua kota punya metro guys. Tapi jangan sedih. Selalu ada Tram. Sistim bayar tram di beberapa kota di Ukraine seperti Lviv masih menggunakan sistim kejujuran loh. Begitu masuk, kita membeli tiket dari supir. Terserah mau beli 1 saja atau sekaligus beli 10 juga boleh. Harganya sama. Diskon 50% untuk pelajar. Setelah beli, kita berkewajiban untuk merobek sendiri tiket yang dibeli. Ada alat pelubang di jendela tram. Tapi karena supir tram ini biasanya brutal, saya sobek sambil duduk saja, malas repot cari alat pelubang nya. Jadi si supir ni kagak bakal tau ni kita sudah beli tiket atau belum. Kalo toh belum orang tak akan perduli. Tapi ingat. Azab menanti… (backsound lagu pasha ungu) tapi sejauh saya observasi, saya belom menemukan warga yang gak menyobek atau melubangi tiketnya di atas tram. Warga Ukraine sayang Negara say. Kalau kesana jangan malu-maluin ya. Tiket tram juga murah sangat kok 5 Hryvnia alias 2.500 rupiah untuk non pelajar. Murah kan Jangan kaya orang susah.. beli beli…

Alternatif lain adalah Uber. Uber di Ukraine hargaya normal. Relatif murah malah. So, bagi yang merupakan pelancong pemalas seperti saya, ulala Uber sangat membantu.

Stasiun Metro di Kiev. Pembelian tiket dengan token sekali pakai. jangan takut.. serem aja tapi enggak angker kok.

Pintu akses stasiun metro di Kiev. Jadi setelah beli token guys, kita tab token ke sensor di pintu so kita orang bisa masuk ke peron.

Inilah alat ceklokan untuk melubangi tiket tanda sudah digunakan.

Sistim tiket diceklok juga berlaku untuk naik bus. Jadi tak ada tap tap ya

Kalau ini penampakan kereta kelas 1 dari Kiev ke Lviv. Murah eui

Udah guys.. itu dulu. Jika ada yang masih penasaran tentang hal lain yang mungkin belum saya sebutkan di sini, bisa komen cuz. Sapatau saya khilaf lupa belum nulis. Baca juga review lainnya di blog saya ini yap. Mo Email juga boleh. ke rusy.kuncoro@gmail.com

Menulis tentang tips melancong ke Ukraina ini membuat terngiang rasanya suasana sayup sayup kota-kota di Ukraine di kepala. Semoga bisa berkunjung lagi di lain kesempatan. Atau mungkin ada yang mau ajak? Yuk mari.. Semoga bermanfaat

Previous Post Next Post

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply Arin December 11, 2018 at 12:11 pm

    i love the way you tell your story.. basic things we need to know before we go, dan tempatnya itu lowh, anti mainstream. anw itu lucu bgt pastry2nya n murah pisan euy.. pengen borong🙈

  • Leave a Reply